Siap Take Over Saham Perusahaan Yang Akan Dijual Oleh Pemiliknya

bintangbisnis

 

 

Kami saat ini memiliki relasi dengan investor asing yang memiliki kapasitas finansial dan pengalaman investasi yang kuat serta sedang mencari peluang untuk memperluas bisnis di Indonesia. Investor tersebut memiliki minat untuk mengakuisisi saham perusahaan Indonesia yang telah memiliki skala usaha korporasi, operasional yang berjalan dan prospek pertumbuhan yang jelas. Bagi pemilik perusahaan yang sedang mempertimbangkan penjualan sebagian saham, masuknya strategic investor atau perubahan struktur kepemilikan, peluang ini dapat menjadi salah satu alternatif yang layak dijajaki.

 

Investor yang kami kenal bukanlah investor yang baru pertama kali melakukan transaksi. Mereka telah memiliki pengalaman berinvestasi di sejumlah perusahaan dan memahami proses evaluasi, due diligence, valuasi serta negosiasi transaksi. Karena itu, perusahaan yang dicari bukan perusahaan yang masih berada pada tahap awal atau sekadar memiliki potensi, melainkan perusahaan yang telah mempunyai bisnis nyata, skala yang memadai dan dapat menunjukkan rekam jejak operasional serta keuangan.

 

Kriteria tersebut penting karena investor ingin masuk ke bisnis yang sudah memiliki fondasi. Perusahaan dengan omzet besar, basis pelanggan yang jelas, aset produktif, jaringan distribusi, merek yang telah berkembang atau posisi yang kuat di industrinya dapat memberikan titik awal yang berbeda dibandingkan membangun perusahaan baru dari nol. Dalam transaksi seperti ini, investor dapat mengambil saham mayoritas maupun minoritas, tergantung karakter perusahaan, kebutuhan pemegang saham dan strategi investasi yang disepakati.

 

Minat investor terhadap perusahaan Indonesia juga muncul di tengah besarnya arus investasi ke dalam negeri. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7% dibandingkan 2024. Penanaman Modal Asing mencapai Rp900,9 triliun atau 46,6% dari total investasi nasional, menunjukkan besarnya peran modal internasional dalam perekonomian Indonesia. (bkpm.go.id)

 

Peluang tersebut mencakup berbagai sektor karena investor yang kami kenal memiliki mandat dan latar belakang yang berbeda. Ada yang mempunyai kepentingan terhadap healthcare dan consumer business, sementara investor lainnya melihat peluang di industri, infrastruktur, logistik, energi, agribisnis, properti, teknologi maupun sektor B2B. Karena itu, daftar di bawah ini merupakan rangkuman dari berbagai minat investor, bukan berarti seluruh sektor tersebut dicari oleh satu investor yang sama.

 

Perusahaan yang menjadi perhatian investor antara lain:

 

  • Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan layanan kesehatan dan kecantikan, serta jaringan apotek
  • Perusahaan consumer products yang mempunyai merek sendiri
  • Perusahaan kimia, pengolahan limbah dan bisnis terkait
  • Perusahaan distribusi produk konsumen maupun produk industrial
  • Perusahaan mini-hidro yang sudah beroperasi dengan kapasitas sekitar 5–15 MW atau minimal telah memiliki PPA
  • Perusahaan infrastruktur, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, penyediaan air bersih, bioenergi dan biomassa
  • Perusahaan logistik terintegrasi, forwarding, warehousing, trucking dan express delivery
  • Perusahaan cold chain, termasuk cold storage, refrigerated trucking dan warehouse berpendingin
  • Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut, termasuk shrimp processing, crab processing, seafood manufacturing dan cold storage
  • Perusahaan sektor industrial
  • Perusahaan yang mempunyai model bisnis B2B
  • Perusahaan agribisnis dan teknologi yang berkaitan dengan sektor pertanian
  • Perusahaan manufaktur makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, packaging, industrial goods, B2B products, cat dan produk industri lainnya
  • Jaringan ritel dan restoran yang telah memiliki banyak cabang
  • Perusahaan asuransi jiwa syariah
  • Perusahaan general insurance
  • Bank syariah
  • Mall dan perusahaan ritel di kota-kota utama maupun kota lapis kedua
  • Perusahaan industri berat seperti baja, aluminium dan pipa
  • Perusahaan properti yang memiliki land bank untuk pengembangan apartemen atau mall
  • Perusahaan IT services, IT system integration dan outsourcing
  • Perusahaan farmasi OTC
  • Perusahaan yang memiliki land bank kawasan industri dengan luas lebih dari 400 hektare
  • Perusahaan shipping dengan nilai aset di atas Rp400 miliar
  • Perusahaan agribisnis dengan omzet di atas Rp300 miliar per tahun
  • Perusahaan pupuk organik yang telah memiliki pasar ritel
  • Perusahaan perkebunan sawit, karet dan kopi

 

 

Bagi pemilik perusahaan, peluang transaksi tidak selalu berarti harus menjual seluruh perusahaan. Investor dapat mempertimbangkan pembelian saham mayoritas apabila pemilik ingin melakukan exit atau membutuhkan partner baru yang mengambil alih pengendalian. Pada struktur lainnya, investor dapat masuk sebagai pemegang saham minoritas sehingga pemilik lama tetap mengendalikan perusahaan, sementara perusahaan memperoleh tambahan modal, akses jaringan, teknologi, kemampuan manajemen atau peluang ekspansi dari investor baru.

 

Kami juga memahami bahwa keputusan menjual saham perusahaan merupakan persoalan yang sensitif, terutama bagi perusahaan keluarga yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Ada pemilik yang ingin melakukan exit karena alasan suksesi, ada yang membutuhkan modal untuk ekspansi, dan ada pula yang ingin memperoleh mitra internasional agar perusahaan dapat tumbuh ke skala yang lebih besar. Karena itu, pembicaraan awal dapat dilakukan secara confidential tanpa berarti pemilik langsung mempunyai kewajiban untuk menjual sahamnya.

 

Investor yang kami wakili memiliki preferensi terhadap perusahaan yang mempunyai bisnis yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan. Mereka tidak mencari perusahaan yang bergerak dalam kegiatan ilegal, rokok maupun bisnis yang kontroversial. Fokusnya adalah perusahaan dengan kegiatan usaha yang jelas, tata kelola yang dapat diperiksa, kepemilikan yang transparan serta prospek bisnis yang dapat dikembangkan melalui tambahan modal atau sinergi dengan investor.

 

Kami secara khusus tidak sedang mencari perusahaan UKM atau perusahaan yang baru berdiri. Target yang menjadi perhatian adalah perusahaan dengan skala korporasi, bisnis yang sudah berjalan dan mempunyai rekam jejak yang dapat dianalisis. Untuk sejumlah mandat, ukuran omzet tahunan di atas Rp200 miliar menjadi salah satu kriteria awal, meskipun penilaian akhir tetap bergantung pada sektor, profitabilitas, aset, struktur kepemilikan, posisi pasar dan karakteristik masing-masing perusahaan.

 

Pemilik perusahaan yang sedang mempertimbangkan penjualan sebagian saham, mencari strategic investor, membutuhkan partner untuk ekspansi atau bahkan ingin melakukan divestasi dapat menghubungi kami untuk melakukan pembicaraan awal. Kami dapat membantu melihat apakah profil perusahaan tersebut sesuai dengan mandat investor yang tersedia sebelum informasi yang lebih sensitif dibagikan kepada calon investor. Pendekatan ini memungkinkan pemilik mengetahui terlebih dahulu apakah terdapat investor yang benar-benar memiliki minat terhadap sektor dan skala bisnisnya, sebelum memasuki tahap pembahasan transaksi yang lebih serius.

 

Untuk menjajaki kemungkinan tersebut, silakan hubungi kami secara langsung. Kami dapat menerima informasi awal mengenai sektor usaha, omzet, lokasi operasional, struktur kepemilikan dan bentuk transaksi yang diinginkan pemegang saham. Apabila terdapat kecocokan dengan mandat investor yang sedang aktif mencari perusahaan di Indonesia, pembicaraan selanjutnya dapat dilakukan secara confidential antara pemilik dan calon investor.

 

Email:  adhi.cdc@gmail.com
HP : +62 812-9951-8136

 

 

 

 
Share This Article