15 Saham Indonesia dengan Kenaikan Harga di Atas 50% Sepanjang 2025

bintangbisnis

Jakarta — Tahun perdagangan 2025 menjadi periode yang luar biasa bagi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan beberapa emiten mencatat kenaikan harga saham yang jauh melampaui indeks acuan IHSG. Data penutupan tahun menunjukkan bahwa sebagian saham mampu membukukan lonjakan harga di atas 50 persen, bahkan mencapai ribuan persen jika dihitung dari awal hingga akhir tahun. Kinerja spektakuler ini terutama ditopang oleh meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang bergerak di sektor-sektor spesifik dan sebelumnya relatif kurang mendapat sorotan pasar.

Saham-saham dengan kenaikan tertinggi sepanjang 2025 berasal dari beragam sektor industri, mulai dari energi terbarukan, teknologi informasi, sumber daya alam, hingga jasa sumber daya manusia. Kinerja tersebut mencerminkan pergeseran pola investasi di pasar modal Indonesia, di mana saham-saham berpotensi menjadi multi-bagger semakin menjadi incaran investor ritel maupun institusi di tengah sentimen pasar yang cenderung bullish. Reli harga di luar saham-saham berkapitalisasi besar ini juga menegaskan meningkatnya likuiditas serta kedalaman pasar saham domestik.

Berdasarkan pengamatan pergerakan harga saham sepanjang tahun, berikut adalah 15 saham di Bursa Efek Indonesia yang mencatatkan kenaikan harga di atas 50 persen sepanjang 2025. Daftar ini disusun berdasarkan besaran persentase kenaikan harga saham, tanpa memperhitungkan pembagian dividen.

1. PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) — Energi & Pertanian
PT Agro Bahari Nusantara Tbk memimpin daftar dengan lonjakan harga paling ekstrem sepanjang 2025. Harga saham UDNG melesat dari kisaran puluhan rupiah per saham menjadi ribuan rupiah pada akhir tahun, mencerminkan kenaikan lebih dari 12.000 persen. Perusahaan ini bergerak di sektor energi alternatif dan agribisnis yang diuntungkan oleh meningkatnya permintaan terhadap energi bersih dan ketahanan pangan.

2. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) — Energi & Sumber Daya Alam
Saham CBRE mencatatkan kenaikan lebih dari 5.000 persen sepanjang tahun. Emiten ini berfokus pada eksplorasi dan pengembangan energi serta sumber daya alam, yang mendapat dorongan dari tren kenaikan harga komoditas global. Lonjakan harga saham mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan permintaan energi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

3. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) — Teknologi & Blockchain
PT Indokripto Koin Semesta Tbk menjadi salah satu saham multi-bagger dengan kenaikan lebih dari 3.700 persen sepanjang 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi blockchain dan layanan keuangan digital. Meningkatnya adopsi teknologi digital di Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong minat investor terhadap saham ini.

4. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) — Logistik & Infrastruktur
Harga saham MGLV melonjak lebih dari 2.700 persen sepanjang tahun. Emiten ini bergerak di sektor logistik dan layanan infrastruktur yang berperan penting dalam rantai pasok nasional. Pertumbuhan aktivitas perdagangan dan distribusi barang di dalam negeri menjadi katalis utama kenaikan saham ini.

5. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) — Teknologi & Telekomunikasi
Saham MORA mencatatkan kenaikan sekitar 2.460 persen sepanjang 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang telematika dan layanan komunikasi digital, khususnya untuk segmen korporasi. Kinerja saham mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan layanan data dan konektivitas di era digital.

6. PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) — Pertambangan & Komoditas
PT Trimitra Prawara Goldland Tbk mencatat kenaikan harga saham sekitar 2.380 persen sepanjang tahun. Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan, khususnya komoditas emas. Emas kembali menjadi aset favorit di tengah volatilitas pasar global, mendorong sentimen positif terhadap saham ini.

7. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) — Properti & Real Estate
Saham BUVA melonjak sekitar 2.300 persen sepanjang 2025. Emiten ini mengembangkan properti residensial dan pariwisata, terutama di kawasan Bali. Kenaikan ini mencerminkan pemulihan sektor properti dan pariwisata seiring meningkatnya aktivitas perjalanan domestik dan internasional.

8. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) — Transportasi & Logistik
Harga saham PGUN meningkat sekitar 2.205 persen sepanjang tahun. Perusahaan ini beroperasi di sektor transportasi dan logistik, termasuk jasa pengiriman dan distribusi. Permintaan tinggi terhadap layanan logistik menjadi pendorong utama kinerja sahamnya.

9. PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) — Jasa Sumber Daya Manusia
PT Personel Alih Daya Tbk mencatat kenaikan harga saham sekitar 2.070 persen sepanjang 2025. Emiten ini bergerak di bidang jasa outsourcing dan pengelolaan tenaga kerja. Perubahan struktur kebutuhan tenaga kerja dan meningkatnya adopsi sistem kerja fleksibel turut mendorong minat investor.

10. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) — Industri & Pengolahan
Saham PIPA naik lebih dari 2.045 persen sepanjang tahun. Perusahaan ini bergerak di sektor industri pengolahan dan distribusi. Kinerja saham mencerminkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan sektor manufaktur domestik.

11. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) — Energi Terbarukan
PT Barito Renewables Energy Tbk mencatat kenaikan harga saham yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan energi hijau dan terbarukan. Minat investor terhadap sektor energi bersih menjadi faktor pendukung utama.

12. PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) — Pariwisata & Rekreasi
Pudjiadi & Sons membukukan kenaikan harga saham di atas 50 persen dalam beberapa periode sepanjang tahun. Emiten ini bergerak di sektor pariwisata dan pengelolaan resort. Pemulihan sektor wisata domestik memberikan sentimen positif terhadap saham ini.

13. PT City Retail Developments Tbk (NIRO) — Ritel & Properti Komersial
Saham NIRO mencatatkan kenaikan harga yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan properti ritel dan pusat perbelanjaan. Pertumbuhan aktivitas konsumsi dan kebutuhan ruang komersial menjadi katalis utama.

14. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) — Energi Terbarukan & Komoditas
Harga saham RISE meningkat lebih dari 100 persen pada beberapa periode sepanjang tahun. Emiten ini terlibat dalam pengembangan energi hijau dan komoditas berkelanjutan. Tren investasi berbasis lingkungan mendorong minat pasar terhadap saham ini.

15. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) — Transportasi Laut & Logistik
Saham BULL mencatat kenaikan harga lebih dari 75 persen sepanjang 2025. Perusahaan ini bergerak di jasa transportasi laut dan logistik internasional. Pertumbuhan perdagangan antarwilayah dan aktivitas ekspor-impor turut menopang kinerja sahamnya.

Reli saham-saham tersebut menegaskan bahwa pasar saham Indonesia pada 2025 tidak hanya didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar. Saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil dengan lonjakan harga ekstrem menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap peluang pertumbuhan di luar indeks utama. Permintaan terhadap sektor energi, teknologi, logistik, dan jasa mencerminkan perubahan struktur ekonomi nasional pascapandemi serta meningkatnya toleransi risiko di kalangan investor.

__________________

Share This Article