Cara Kerja Investor Pre-IPO Placement

bintangbisnis

 

Investor pre-IPO placement, perlu sebelum go public

 

Investor pra IPO atau terkadang disebut pre-IPO placement adalah penempatan dana investasi yang terjadi sebelum sebuah perusahaan melakukan IPO. Biasanya konsultan IPO atau investment banker mendekati calon-calon investor dari investor institusional besar untuk membeli saham milik klien mereka, yakni perusahaan yang akan IPO itu. Untuk mendorong para investor agar mau membeli saham preIPO itu, biasanya harga yang terjadi pada penempatan pra-IPO ialah harga yang lebih rendah dari IPO. Biasanya investor preIPO ini diajak juga dalam rangka menyukseskan program IPO itu sendiri. 

 

Biasanya, investor preIPO yang beli saham perusahaan sebelum IPO itu diberlakukan periode penguncian, mereka dikunci. Misalnya si investor yang beli sebelum IPO itu tidak boleh menjual sahamnya di pasar terbuka untuk jangka waktu tertentu setelah IPO terjadi. Misalnya hanya boleh jual setelah setahun, atau setelah 5 bulan, dan sebagainya. Dalam kebanyakan kasus, masa penguncian ini selama satu tahun. 

 

Banyak investor yang tertarik untuk melakukan investasi pada tahap pra IPO ini. Karena biasanya ada beberapa keuntungan bagi mereka. 

 

Pertama, dari sisi harga. Biasanya harga saham yang ditawarkan ke investor pre IPO placement itu harga didiskon. Misalnya, ketika go public saham akan dijual Rp 1.000 per saham, maka si investor bisa beli Rp 800 atau Rp 700 atau Rp 900. Harga yang didiskon karena biasanya belinya juga dalam jumlah yang lebih besar. 

 

Kedua, investor biasanya diberi hak untuk membuat keputusan dan memberikan saran saat IPO. Terlebih kalau si investor membelinya dalam jumlah besar, misalnya hingga 30% atau 40% dari jumlah saham yang hendak dijual. Mereka akan menjadi pemegang saham yang didengar, dan bahkan kadang dipersilahkan menempatkan direksinya di perusahaan itu.

 

Ketiga, investasi pada pada perusahaan pra IPO merupakan investasi yang lebih jelas kedepan dan kedepan mereka menjadi sangat mudah untuk menguangkan kembali sahamnya untuk mendapatkan return. Kalau ia sudah ingin menguangkan sahamnya, tinggal dijual saja saham yang ia beli saat pre IPO itu melalui pasar saham reguler. Tinggal jual pelan2 ke bursa setelah tidak di-lock. Bahkan ia juga bisa menjual lebih mudah ke investor institusi dan kalau mau lihat benchmark harganya tinggal lihat saja harga saham perusahaan itu di bursa. Jadi, jalur exit investor pre-IPO itu lebih jelas dan lebih mudah. Dan biasanya investornya juga mendapatkan gain yang lebih baik, jauh diatas bunga bank. 

 

Bagi pemilik perusahaan yang akan IPO, menggandeng investor pre-IPO placement juga penting  karena memastikan bahwa sebelum IPO pun mereka sudah mendapatkan kepastian pembeli saham dia yang sudah akan memakan saham dalam jumlah signifikan. Jadi mereka sudah akan dapat dana signifikan untuk memoles perusahaan sebelum IPO. 

 

Selain itu menggandeng investor pre-IPO placement yang biasanya merupakan investor instiusional yang kredibel, juga akan memperkuat pemasaran dan image perusahaan di mata investor lain di saat go public. Kalau perusahaan itu diketahui bahwa sudah ada investor top yang masuk sebelum IPO, maka investor publik juga lebih antusias membeli saham IPO tersebut. Singkatnya, penempatan pra-IPO membuat pemasaran IPO menjadi lebih mudah, dan peluang IPO sukses lebih terbuka.

 

Pastinya, kalau perusahaan Bapak/Ibu butuh investor untuk preIPO placement, kami siap bantu sinergikan karena kami memang ada beberapa investor solid yang siap masuk preIPO. 

 

Silahkan hubungi kami di :

HP/WA : 0812 8554 5155
Email : huangsingcap@gmail.com

 

 

 

 

Share This Article