Di tengah pesatnya pertumbuhan industri fashion muslim di Indonesia, Lozy Hijab muncul sebagai salah satu merek lokal yang perjalanannya menarik untuk dicermati. Brand ini tidak tumbuh melalui jalan pintas, melainkan melalui proses panjang yang penuh eksperimen, adaptasi, dan keberanian mengambil keputusan strategis di saat krisis. Kesuksesan Lozy Hijab hari ini merupakan akumulasi dari pilihan-pilihan bisnis yang dijalankan secara konsisten oleh pendirinya sejak masa awal merintis usaha.
Lozy Hijab bukan sekadar brand hijab yang mengikuti tren. Ia lahir dari kepekaan membaca kebutuhan pasar perempuan muslim urban yang menginginkan hijab nyaman, ringan, dan relevan dengan gaya hidup sehari-hari. Dari titik inilah perjalanan seorang perempuan muda bernama Andesni Hirda Putri dimulai—sebuah perjalanan kewirausahaan yang membuktikan bahwa bisnis besar bisa tumbuh dari gagasan sederhana, selama dijalankan dengan ketekunan dan strategi yang tepat.
Merintis Usaha Sejak Bangku Kuliah
Cikal bakal Lozy Hijab bermula pada tahun 2015, ketika Andesni masih berstatus sebagai mahasiswi di Bandung. Di tengah kesibukan kuliah, ia melihat bahwa kebutuhan hijab harian yang nyaman dan memiliki banyak pilihan warna masih terbuka lebar. Saat itu, banyak hijab di pasaran yang tampil menarik secara visual, tetapi belum tentu nyaman dipakai seharian, terutama oleh perempuan muda yang aktif.
Dari kegelisahan inilah ide Lozy Hijab lahir. Nama “Lozy” sendiri merupakan singkatan dari Love and Cozy, sebuah filosofi yang mencerminkan keinginan untuk menghadirkan produk hijab yang dicintai karena kenyamanannya. Filosofi ini menjadi fondasi awal brand, sekaligus panduan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis—mulai dari pemilihan bahan, desain produk, hingga cara berkomunikasi dengan konsumen.
Pada tahap awal, Lozy Hijab masih beroperasi dalam skala kecil. Produksi dilakukan terbatas, manajemen dijalankan secara sederhana, dan pemasaran mengandalkan lingkaran terdekat. Namun justru dari fase inilah Andesni belajar memahami denyut pasar secara langsung, menerima masukan konsumen, serta membangun kedekatan emosional dengan pelanggan pertamanya.
Bertahan dan Bertumbuh di Tengah Persaingan
Industri hijab di Indonesia dikenal sangat kompetitif. Setiap tahun, brand baru bermunculan dengan berbagai pendekatan—dari harga murah hingga konsep eksklusif. Lozy Hijab harus menemukan diferensiasi yang jelas agar tidak tenggelam di tengah keramaian pasar.
Andesni memilih fokus pada tiga hal utama: kenyamanan bahan, kekayaan warna, dan desain yang relevan dengan pemakaian sehari-hari. Lozy tidak berusaha menjadi brand yang terlalu eksperimental atau musiman. Sebaliknya, Lozy menempatkan dirinya sebagai hijab yang “dipakai ulang”—produk yang membuat konsumen ingin membeli lagi karena merasa cocok dan nyaman.
Strategi ini terbukti efektif. Perlahan, Lozy Hijab mulai dikenal sebagai brand yang konsisten dalam kualitas. Konsumen tidak hanya membeli karena tren, tetapi karena pengalaman pemakaian yang memuaskan. Dari sinilah loyalitas mulai terbentuk.
Pandemi sebagai Titik Balik
Seperti banyak pelaku usaha lainnya, Lozy Hijab juga terdampak ketika pandemi COVID-19 melanda. Aktivitas offline menurun drastis, daya beli masyarakat melemah, dan rantai pasok mengalami tekanan. Bagi sebagian brand, kondisi ini menjadi awal kemunduran. Namun bagi Lozy, pandemi justru menjadi titik balik transformasi bisnis.
Andesni mengambil keputusan cepat untuk mengalihkan fokus penjualan ke kanal digital. Penjualan online melalui marketplace dan media sosial diperkuat. Konten pemasaran tidak lagi sekadar menampilkan produk, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan konsumen melalui storytelling, edukasi gaya hijab, dan komunikasi dua arah.
Pendekatan ini membuat Lozy Hijab tetap relevan di tengah keterbatasan aktivitas fisik. Bahkan dalam periode yang penuh ketidakpastian tersebut, beberapa produk Lozy justru mengalami peningkatan permintaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa brand yang mampu beradaptasi secara cepat dan tepat dapat menemukan peluang di tengah krisis.
Mengoptimalkan Digital dan Social Commerce
Keberhasilan Lozy Hijab tidak lepas dari pemanfaatan kanal digital secara cerdas. Media sosial digunakan bukan hanya sebagai etalase produk, tetapi sebagai ruang interaksi dengan konsumen. Konten yang ditampilkan menonjolkan kedekatan, keseharian, dan nilai yang relatable dengan target pasar, terutama perempuan muda.
Lozy juga memanfaatkan kekuatan komunitas dan kolaborasi dengan kreator konten yang memiliki kesamaan nilai. Strategi ini membantu memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengorbankan identitas brand. Dengan pendekatan ini, Lozy Hijab mampu menjangkau konsumen dari berbagai latar belakang—pelajar, mahasiswa, pekerja muda, hingga ibu muda.
Inovasi Produk yang Berkelanjutan
Seiring pertumbuhan bisnis, Lozy Hijab terus memperluas lini produknya. Tidak hanya hijab segi empat dan pashmina, brand ini juga menghadirkan berbagai varian hijab instan, outer, tunik, hingga modest wear yang dirancang untuk kebutuhan harian maupun acara tertentu.
Salah satu kekuatan Lozy adalah keberaniannya menawarkan puluhan hingga ratusan pilihan warna dalam satu kategori produk. Strategi ini memberikan kebebasan berekspresi bagi konsumen, sekaligus memperkuat positioning Lozy sebagai brand yang memahami selera pasar perempuan Indonesia yang beragam.
Namun, inovasi tidak dilakukan secara serampangan. Setiap pengembangan produk tetap berpijak pada nilai inti brand: nyaman, fungsional, dan relevan. Dengan pendekatan ini, Lozy mampu menjaga konsistensi kualitas di tengah ekspansi produk yang agresif.
Menjaga Kualitas dan Kepercayaan Pasar
Dalam industri fashion muslim, kualitas adalah fondasi kepercayaan. Lozy Hijab menempatkan kualitas bahan sebagai prioritas utama. Produk dirancang agar nyaman dipakai seharian, tidak panas, mudah dibentuk, dan tetap rapi. Faktor-faktor inilah yang membuat konsumen kembali membeli produk Lozy, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali.
Kepercayaan pasar yang terbangun dari pengalaman positif konsumen menjadi aset berharga bagi Lozy Hijab. Di era media sosial, rekomendasi dari pengguna memiliki dampak yang sangat besar. Lozy memahami hal ini dan menjaga reputasi brand dengan konsistensi kualitas serta pelayanan.
__________
