Di tengah lanskap industri cat yang kian padat oleh merek global dengan belanja promosi agresif, keberadaan merek lokal yang tetap tumbuh solid bukanlah hal yang lazim. Namun Emco, merek cat besi dan kayu yang dikembangkan PT Mataram Paint, justru menunjukkan bahwa brand lokal yang dikelola dengan disiplin dapat bertahan, bahkan memimpin, dalam jangka panjang.
Bagi Emco, kekuatan merek bukan dibangun dari hiruk-pikuk komunikasi sesaat, melainkan dari konsistensi pengalaman konsumen—dari kualitas produk, ketersediaan di pasar, hingga layanan yang menyertainya. Pendekatan inilah yang membuat Emco tetap relevan lintas generasi, di tengah perubahan perilaku konsumen dan dinamika industri.
Fondasi Brand yang Dibangun Perlahan
Dirintis sejak 1950 oleh Sumantri Sudirodarmodjo, Chris Pangkey, dan lima rekannya, PT Mataram Paint tumbuh bersamaan dengan perkembangan industri nasional. Sejak awal, Emco tidak diposisikan sebagai merek yang serba bisa, melainkan sebagai spesialis—fokus pada cat besi dan kayu dengan ketahanan cuaca, ketahanan warna, dan akurasi warna yang dapat diandalkan.
Keputusan untuk fokus ini menjadi fondasi penting dalam pengelolaan merek. Emco tidak mengejar pertumbuhan instan dengan memperluas positioning secara agresif, melainkan memperdalam keunggulan di segmen yang dipilih. Dalam konteks branding, strategi ini menciptakan asosiasi merek yang jelas dan kuat di benak konsumen.
Brand Management sebagai Disiplin Organisasi
Banyak merek berbicara tentang brand, namun tidak semuanya mengelolanya sebagai sistem. Di Emco, brand management dijalankan sebagai disiplin organisasi, bukan sekadar fungsi pemasaran.
Hal ini tercermin dari konsistensi kualitas produk dari waktu ke waktu, investasi berkelanjutan pada laboratorium pengujian internal, serta kontrol mutu yang ketat. Di industri cat—di mana kegagalan warna atau ketahanan dapat langsung merusak kepercayaan—disiplin ini menjadi elemen krusial dalam menjaga ekuitas merek.
Tidak mengherankan jika dalam berbagai survei pasar kuantitatif, Emco tetap mampu meraih skor tinggi berdasarkan consumer choice. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa merek ini tidak hanya dikenal, tetapi juga dipilih.
Merek yang Teruji di Masa Sulit
Pandemi Covid-19 menjadi momen penting yang menguji banyak merek. Ketika sebagian besar sektor mengalami tekanan, Emco justru mampu menikmati pertumbuhan di segmen tertentu.
“Di masa pandemi terjadi fenomena kenaikan penjualan untuk cat-cat dekoratif. Banyak orang bekerja dari rumah sehingga pemakaian untuk maintenance meningkat antara 5–15 persen, tergantung segmen produk dan harga,” ujar Freddy Pangkey, Managing Director Mataram Paint.
Dari perspektif branding, situasi ini menunjukkan bahwa Emco telah menempati ruang fungsional dan emosional dalam kehidupan konsumen. Ketika prioritas berubah dan orang kembali memperhatikan ruang hidupnya, merek yang sudah dipercaya akan menjadi pilihan pertama.
Distribusi dan Layanan sebagai Wajah Merek
Dalam pengelolaan merek modern, pengalaman konsumen tidak berhenti pada produk. Emco memahami bahwa distribusi dan layanan adalah bagian dari brand touchpoint.
Untuk itu, Mataram Paint terus memperkuat sistem distribusi dan pelayanan dengan meningkatkan kecepatan dan ketepatan suplai ke toko bangunan, kunjungan rutin salesman, pemanfaatan sistem mobile, hingga layanan call center dan teleseller. Pendekatan ini menjaga hubungan jangka panjang dengan toko dan aplikator—dua pihak yang memiliki peran strategis dalam ekosistem merek cat.
Aktivasi yang Relevan, Bukan Sensasional
Dalam menghadapi era digital, Emco juga melakukan berbagai aktivitas pemasaran dan komunikasi. Namun menariknya, aktivasi merek dilakukan dengan tone yang terkendali. Promo rutin ke toko, pemanfaatan media sosial untuk activation, kuis interaktif di Instagram, Facebook, hingga TV lokal dijalankan tanpa mengorbankan karakter merek.
Emco juga telah hadir di kanal e-commerce, memperluas titik temu dengan konsumen baru. Namun kanal digital ini diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti hubungan distribusi yang telah lama terbangun. Strategi ini mencerminkan kedewasaan brand dalam beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Bersaing Lewat Value, Bukan Hype
Di tengah gempuran merek asing, Emco tidak terpancing untuk bertarung lewat citra semata. Daya saingnya bertumpu pada value produk—kombinasi antara kualitas dan harga yang kompetitif.
“Produk kami lebih baik dibandingkan merek-merek asing yang harganya jauh lebih mahal. Kami juga memiliki laboratorium uji produk sendiri, mengingat merek kami sudah lebih dari 70 tahun berada di pasar,” ujar Freddy Pangkey.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa brand yang kuat lahir dari kepercayaan diri terhadap kapabilitas internal, bukan dari klaim yang berlebihan.
Menatap Masa Depan dengan Konsistensi
Ke depan, Emco bersiap melangkah lebih jauh. Rencana pendirian pabrik baru di Krian, Sidoarjo, menjadi bagian dari strategi ekspansi kapasitas produksi. Di saat yang sama, Mataram Paint juga memperluas range produk Emco ke segmen berbeda serta menyiapkan produk-produk ramah lingkungan sejalan dengan tuntutan regulasi dan kesadaran konsumen terhadap green products.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan merek Emco tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus bergerak mengikuti zaman—dengan disiplin yang sama.





















